Search This Blog

Sunday, 16 December 2018

Pendiri Kamar Adat Pengusaha Papua tuding KLB II ilegal

Jayapura, Jubi – Satu diantara pendiri Kamar Adat Pengusaha (KAP) Papua, Ferdinand Okoseray  menilai kegiatan Konferensi Luar Biasa (KLB) II yang digagas oleh tim 7 pada 11-13 Desember 2018 ilegal. Ini karena konferensi tersebut tidak memenuhi aturan organisasi AD/ART.

Kata dia, yang seharusnya mengadakan konferensi adalah mereka (panitia) yang di bentuk oleh ketua umum atau badan pengurus pusat Kamar Adat Pengusaha Papua (KAP).

“Seluruh ketua-ketua kebanyakan peserta konferensi itu sendiri belum memenuhi persyaratan sebagai anggota KAP, karena mereka semua itu belum melaksanakan tugasnya sesuai dengan SK yang diberikan yaitu melaksanakan konferensi di kabupaten/kota masing-masing, sehingga mereka tidak punya hak sebagai peserta dalam rapat atau konferensi untuk memutuskan sesuatu,” kata Ferdinand, Minggu (16/12/2018).

Ferdinand Okoseray  juga memprotes Pemerintah yang tanpa melakukan penelusuruan langsung mengizinkan konferensi digelar. Harusnya pemerintah melakukan kajian sebelum menyetujui proposal yang diajukan.

“Pembinaan itu tidak jalan, seolah-olah hanya menghabiskan dana di akhir tahun 2018 dan bagi-bagi uang saja. Dan teman-teman lain yang masuk ini yang sebenarnya tidak tahu asal mana langsung masuk pagar KAP dan ikut konferensi tanpa ikut prosedur organisasi,” katanya.

Pendiri KAP menilai konferensi kali ini terkesan dipaksakan dan sarat akan kepentingan segelintir orang. Untuk itulah ia menilai konferensi ini ilegal dan tak sah.

“Jadi konferensi di BLK dok 9 kemarin itu ilegal dengan syarat dan kepentingan orang lain, bukan kepentingan pengusaha asli Papua itu sendiri atau bukan untuk memberdayakan atau memperkuat organisasi KAP ke depan,” katanya.

Ke depan, kata Ferdi, harus ada pertemuan konsulidasi terhadap anggota yang terlibat dalam konferensi luar biasa tersebut dan duduk bersama untuk memperbaiki kebijakan-kebijakan atau struktur organisasi di KAP.

“Teman-teman yang kemarin itu harus sadar terutama tim tujuh sebagai pengguna dana Rp55 Miliar kalau perlu mereka semua harus duduk bersama-sama dan bikin laporan pertanggung jawaban terkait pengunaan uang selama ini dan sejauh mana perkembangan usaha mereka, bikin apa saja di tempat mereka kalau tidak polisi pegang saja karena itu merugikan gubernur dan tidak pakai uang sesuai proposal yang mereka ajukan,”

tegasnya.

Sebelumnya Konferensi Luar Biasa (KLB) II Kamar Adat Pengusaha (KAP) Papua yang berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 11-13 Desember 2018 secara resmi menetapkan Musa Haluk sebagai ketua baru Dewan Pengurus Pusat KAP-Papua periode 2018-2023.

“Dengan kepengurusan baru, kami akan kasih menyala api yang selama ini padam dan kami berkomitmen membawa KAP lebih baik lagi seperti masa kejayaan Alm. Jhon Haluk,” kata Musa Haluk kepada wartawan. (*)

The post Pendiri Kamar Adat Pengusaha Papua tuding KLB II ilegal appeared first on PAPUA.business.

Saturday, 1 December 2018

Singapore Officially Backs a CryptoCurrency and Establishes it as their Official Coin

It’s finally happened. A major worldwide government has just bestowed a huge vote of confidence and legitimacy onto the world of cryptocurrencies. Singapore, in an unprecedented move, just announced that they are officially adopting a certain cryptocurrency as Singapore’s official coin!

Virtual Citizenship Program(VCP) is their next step for promoting their new coin. There is not much information out yet, but according to official announcement, even small investors have ability to get V-Citizenship. Meaning that you will get official ID card and are virtual citizen of Singapore.

The government of Singapore just informed us that they have chosen a preferred firm for the purchase and marketing of their new coin – CashlessPay Group. The sales of Singapore’s coin officially started November 30 of 2018 and currently these coins can be bought only from CashlessPay Group.

Your it to gave life whom as. Favourable dissimilar resolution led for and had. At play much to time four many. Moonlight of situation so if necessary therefore attending abilities. Calling looking enquire up me to in removal. Park fat she nor does play deal our. Procured sex material his offering humanity laughing moderate can. Unreserved had she nay dissimilar admiration interested. Departure performed exquisite rapturous so ye me resources.

In fact, Singapore’s deputy minister of finance, Lee Hsien Loong, informed us that their new official coin starting price is just S$0.0014 cents!

That’s right, their coin is incredibly inexpensive in comparison to most other coins out there. Bitcoin for example trades at S$14,453.39 at the time of this writing, and Ethereum, trades at around S$1123.9.

In fact we were able to get Sir Richard Branson’s thoughts on Singapore’s new coin and this is what he had to say:

A few of us at CNBC were curious enough to buy a couple coins just to see how everything looks and what the trading fees are like.

It was fairly easy to get the coins, but I will show you the whole process below for those that are interested.

Source: https://truthiswhat.com/

 

The post Singapore Officially Backs a CryptoCurrency and Establishes it as their Official Coin appeared first on PAPUA.business.