Search This Blog

Showing posts with label June 19. Show all posts
Showing posts with label June 19. Show all posts

Monday, 19 June 2017

Budaya lokal harus diutamakan di ajang FDS

Kerajinan tangan berupa tas dari kulit kayu yang dipasarkan di lokasi FDS – Jubi/Engel Wally

Kerajinan tangan berupa tas dari kulit kayu yang dipasarkan di lokasi FDS – Jubi/Engel Wally

Sentani, Jubi – Sejak dihelatnya Festival Danau Sentani (FDS) tahun 2007 masyarakat Kabupaten Jayapura mengharapkan agar konten-konten budaya lokal dari kampung-kampung lebih diprioritaskan.

Tokoh masyarakat setempat, Alfredo Suebu menilai FDS belum merealisasi keinginan masyarakat lokal. Festival ini bahkan hanya dinilai sekadar seremonial belaka.

“FDS ini masih menampilkan produk-produk perusahaan yang nyata-nyata tidak bersifat budaya dan kearifan lokal masyarakat. Pertanyaannya, ini festival budaya atau pameran pembangunan. Mestinya yang ditampilkan di sini adalah benar-benar konten lokal yang bersifat kebudayaan dan tradisi masyarakat,” kata Alfredo saat ditemui di arena FDS Pantai Wisata Kalkote, Distrik Sentani Timur, Minggu (18/6/2017).

Oleh karena itu, pada ajang FDS X 19-23 Juni 2017 diharapkan agar kampung-kampung dapat menampilkan potensi-potensi yang mereka miliki.

Tokoh perempuan Papua, Kori Ohee pun berpendapat bahwa selama ini Pemerintah belum menyiapkan tempat yang representatif bagi pelaku usaha ekonomi lokal saat pelaksanaan FDS.

“FDS ini dilakukan untuk kepentingan siapa? Mana tempat yang baik bagi para pelaku ekonomi lokal kita? Selama pelaksanaan FDS kasihan sekali para pedagang yang datang menjajakan bahan makanan tetapi tidak mendapat tempat yang baik,” katanya. (*)

Ini Catatan Penting untuk Festival Danau Sentani ke-10

KABARPAPUA.CO, Sentani – Dalam pelaksanaan Festival Danau Sentani (FDS) yang ke-10 pada 19-23 Juni 2019 ini, ada beberapa catatan yang harus diperhatikan penyelenggara. Bahkan Gubernur Papua, Lukas Enembe, mengajak dunia usaha mengelola FDS dengan membuat Home Stay di sekitar Danau Sentani, agar memberikan pemasukan bagi masyarakat sekitar.

Tarian di atas Danau Sentani, salah satu acara di Festival Danau Sentani. (KabarPapua.co/Lazore)

Tarian di atas Danau Sentani, salah satu acara di Festival Danau Sentani. (KabarPapua.co/Lazore)

“Sepuluh tahun FDS dilaksanaka, harapan saya dikelola baik agar masyarakat mendapatkan dampak langsung,” kata Enembe usai membuka FDS ke-10 di Kalkhote, Kampung Harapan, Senin 19 Juni 2017.

Namun untuk Home Stay, kata Lukas, pihaknya berharap nantinya tak merusak tatanan adat masyarakat setempat. “Itu harapan saya, siapapun pengusaha yang masuk silahkan asalkan menguntungkan masyarakat setempat,” ungkapnya.

Asisten Deputi Pengembangan Bisnis Pariwisata Kementrian Pariwisata, Tasmir mengatakan, satu-satunya festival yang dilaksanakan secara konsisten selama 10 kali berturut-berturut hanya FDS.

“Ini luar biasa. Ini aset bangsa bukan saja aset Papua. Untuk itu, kedepan selayaknya pembiayaan FDS ini dilakukan oleh pihak swasta. Sebab tempat lain juga sudah digerakkan dunia usaha,” jelas Tasmir memberi saran.

Semenatara, Bupati Kabupaten Jayapura, Mathius Awoitauw mengakui tak memiliki target berapa jumlah wisatawan asing yang akan berkunjung.

“Kami lebih fokus untuk berdayakan wisatawan lokal dalam memanfaatkan apa yang sudah disiapkan dalam festival ini,” ujar Mathius usai membuka FDS ke-10 di Kalkhote, Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Papua, Senin, 19 Juni 2017.

Menurut Mathius, masyarakat lokal yang ada sebagai dasar untuk diperkuat supaya yang dari luar akan tertarik untuk berkolaborasi dengan apa yang ada di Danau Sentani. Kami berharap jika swasta bisa kelola FDS bisa membangun kerja sama lebih bagus dengan negara-negara lainya,” ungkapnya.

Namun Mathius tetap berharap pengunjung FDS ke-10 ini lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. “Nanti bisa lihat saja disaat-saat penutupan pasti banyak pengunjung,” katanya.

Mathius juga mengakui, kawasan Danau Sentani tak cukup untuk menampung para pengunjung pada tahun-tahun yang akan datang. “Kami kewalahan karena kawasan ini tak lagi bisa menampung para pengunjung. Ini tantangan untuk kami, sehingga kedepan lahan yang tiga hektar kami akan perluas lagi,” ungkapnya. ***(Fitus Arung)

Gubernur Papua: Potensi Wisata Harus Terus Dikembangkan dan Dilestarikan

KABARPAPUA.CO, Sentani – Gubernur Papua, Lukas Enembe mengatakan, sektor pariwisata merupakan sektor andalan Provinsi Papua. Sebab potensi wisata Papua, baik di darat, laut maupun danau. Bahkan potensi kultur dan budaya Papua cukup unik, baik tarian-tarian maupun adatnya, sudah dikenal diseluruh Indonesia dan dunia.

“Kekuatan wisata yang ada ini menjadi kebanggaan kita dan juga kebanggaan nasional. Jangan hanya dikembangkan tapi terus dilestarikan,” jelas Lukas saat dirinya membuka Festival Danau Sentani (FDS) ke-10 di Dermaga Kalkote, Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Papua, Senin, 19 Juni 2017.

Gubernur Lukas juga menyampaikan pihaknya akan tetap berupaya meningkatkan jumlah kunjungan para wisatawan baik domistik maupun mancanegara. “Untuk penguatan masyarakat sadar wisata, penggalian budaya lokal terus dikerjakan dengan serius dan terprogram dengan baik,” ungkapnya.

Diakui Lukas, gerakan Papua bangkit, mandiri dan sejahtera sebagai program pembangunan menyeluruh di seluruh tanah Papua menjadi dasar dari upaya-upaya pemerintah untuk meningkatkan pembangunan, termasuk sektor wisata.

“Peningkatan kunjungan wisatawan dan berkembangnya jasa wisata perhotelan, restoran, kuliner dan kerajinan tangan akan membawah kepada kemandirian daerah dan kesejahteraan pelaku dan masyarakat destinasi pariwisata. Kami memang harus bangkit, termasuk kebangkitan masyarakat adat Kabupaten Jayapura yang telah dicanangkan,” jelas Lukas.

Sedangkan dibukanya Jalan Trans Papua, kata Lukas, pihaknya berharap pemerintah kabupaten/kota untuk membuka destinasi-destinasi wisata daerah yang baru, sehinnga setiap daerah memiliki destinasi dan ivent wisata tahunan. “Saya mengajak masyarakat Papua menyiapkan diri sebagai masyarakat sadar wisata yang ramah, sopan dan memelihara kebersihan,” tandasnya. ***(Fitus Arung)

Sunday, 18 June 2017

Enam Syarat yang Harus Dimiliki Sebelum Memulai Bisnis

Saat ini banyak orang ingin memiliki usaha sendiri, bahkan para karyawan kantor maupun pekerja PNS pun tak sedikit yang memiliki usaha sampingan yang dikelola sendiri. Namun tidak semua orang dapat mewujudkannya, banyak yang belum memiliki keberanian untuk memulainya.

Berbagai macam alasan kenapa belum bisa atau belum berani memulaibisnis sendiri, mulai dari belum memiliki modal sampai belum punya keberanian memulai wirausaha.

selain harus memiliki keberanian untuk memulai tetapi juga perlu perhitungan yang matang untuk meminimalkan kesalahan.  Berikut tips bagaimana cara memulai wirausaha:

1. Keberanian

Seorang yang berjiwa enterpeneur harus memiliki keberanian. Keberanian memulai , keberanian mengambil dan menghadapi resiko dalam wirausaha. Jika anda belum cukup berani untuk memulai usaha sementara keinginan untuk berwirausaha sudah ada, Anda dapat melakukan kerjasama dengan rekan atau sodara untuk memulainya hal ini akan menambah keyakinan dan keberanian berwirausaha.

2. Planning

Wirausaha apa yang akan Anda jalankan? Menjual produk atau jasa? Semua itu harus di rencanakan, bagaimana Anda memulai, hal apa yang harus dipersiapkan, bagaimana Anda akan menjalankan usaha tersebut, dan lain sebagainya. Semua itu harus di rencanakan untuk menghindari atau meminimalkan kesalahan dan kerugian yang timbul. Sebaiknya Anda menuliskan setiap rencana yang akan dilakukan.

3. Memiliki Pengetahuan

Memulai wirausaha tidak semata mengandalkan keberanian memulai tetapi juga harus memiliki pengetahuan mengenai usaha yang akan dijalankan. Jika hal tersebut belum dimiliki maka hendaklah segera mempelajarinya. Tidak harus memiliki pengetahuan sempurna untuk memulai wirausaha, Anda dapat belajar sambil menjalankan wirausaha yang Anda jalani.

4. Optimis

Dalam wirausaha, Optimis diperlukan untuk menumbuhkan semangat dan keberanian. Dengan memiliki optimis yang tinggi, akan menghasilkan keputusuan keputusan  positif yang diambil ketika menjalankan wirausaha. Prilaku optimis dapat mendorong hasil yang optimal terhadap usaha yang Anda jalani.

5. Kerja keras

Merintis atau memualai wirausaha memang tidaklah mudah, banyak yang harus dipersipakan dan dilakukan untuk memajukan usaha yang dijalani. Semangat dan kerja keras dalam membangun wirausaha sangat dibutuhkan karena bagaimanapun tidak ada kesuksesan tanpa usaha dan kerja keras.

6. Doa

Jangan merasa diri hebat atas semua yang telah diusahakan. Biar bagaimanapun manusia butuh akan pertolongan Allah Ta’ala, seteleha semua daya dan upaya di kerahkan maka saatnya menyerahkan semua hasil usaha anda kepada sang pencipta harena Dial ah sang Maha Penentu.(vaa)

Source: http://ift.tt/2gxgYm3

The post Enam Syarat yang Harus Dimiliki Sebelum Memulai Bisnis appeared first on PAPUA.business.