Search This Blog

Showing posts with label Pengusaha Papua. Show all posts
Showing posts with label Pengusaha Papua. Show all posts

Monday, 29 January 2018

Zie Sokoy: Sosok Perempuan Sentani “Entrepreneur” Hebat Masa Kini

Zie Sokoy

Zie Sokoy

“Bagi pemuda di Papua, kalau masih muda harus semangat. Kalau masih muda harus kasih banyak bukti ke masyarakat. Kita harus action Bukan hanya asal ngomong. Atau berkoar koar dan mengeluh di sosial media”

Kita punya Sumber Daya Alam yang kaya tapi dukungan Sumber Daya Manusia kurang, kenapa kurang? Karena banyak yang Pintar tapi Pintar ikut-ikutan dan hanya ingin pekerjaan yang aman dan nyaman”

Sebuah pesan singkat yang maknanya dalam bagi para pemuda-pemudi di Papua (termaksud saya) dari seorang perempuan sentani Eldona Vallenzie Sokoy atau yang biasa saya sapa kak Zie.

Kak Zie adalah pemilik Perusahan Vallerie Valley dengan yang fokus pada 2 bisnis utama saat ini (bukan bawa proposal minta proyek di pemerintah yah) yaitu:

  • Coconut Tree Land
  • Coffee and You

COCONUT TREE LAND
Coconut Tree Land bergerak dalam bidang Outlet dan Fashion. Bukan cuma asal jual tas atau baju. Coconut Tree Land mempunyai 3 kampanye utama:

1. Kampanye Kesadaran Sosial (Social Awareness) Lewat barang dagangannya kak Zie menyampaikan pesan – Pesan seperti:

* Save our traditional dance in Papua
* Plant a Tree
* Save Hutan Sagu
* No Plastic Bag
* Stop Child Abuse
* Stop Violence Againts Woman and Girls

Sunday, 27 August 2017

13 Kelemahan Orang Papua di bidang perdagangan

Ilustrasi tikus padi mati diatas padi

Ilustrasi tikus padi mati diatas padi

Beberapa kelemahan orang asli papua dalam bidang perdagangan menurut versi pihaahe pay  selama ini adalah sebagai berikut :

  1. Kalau sudah ada kios maunya cepat untung sehingga harga agak mahal membuat pembeli malas belanja di kios tersebut. Akhirnya cepat bangkrut.
  2. Kalau saudara  datang ke rumah kita,  sering ambil sebagian barang jualan untuk di gunakan dengan gratis ; contohnya  rokok, ekstrajos susu, gula, dan lain-lain
  3. Orang yang jaga kios sering tidak memperhatikan kebersihan sendiri maupun halaman sehingga pembeli pun malas membeli di kios tersebut
  4. Jika ada teman pesaing usaha pendatang yang membuka tempat usaha di sekeliling kita, sering cepat menyerah   karena menganggap pendatang lebih hebat dan lebih tahu
  5. Orang papua sendiri saja tidak mau belanja di tempat yang orang asli jual  ,tetapi pergi belanja di tempat non papua sehingga jualan pun tidak laku .
  6. Kalau sudah dapat tempat usaha yang bagus  tidak mau bertahan lebih lama di situ karena faktor rasa bosan
  7. Upah yang sudah dapat dari hasil jualan biasanya pengeluaran lebih banyak dari pada pemasukkan
  8. Kasih lebih tebal sehingga  ingin usaha sangat minim. Padahal modal untuk usaha cukup dan peluang usaha sangat banyak factor itu juga  membuat orang papua semakin ketinggalan.Sehingga orang pendatang istilahkan orang asli papua dengan sebutan Tikus Padi Mati Diatas Padi Karena Kelaparan.
  9. Malas duduk di tempat usaha yang sudah ada dalam jangka waktu yang lama dan sering mengutamakan refreshing di tempat keramaian seperti pertandingan bola kaki, volley, pantai dan lain. Akhirnya tempat usaha terpaksa di tutup karena harus berangkat.
  10. Kalau sudah ada hasil dari kebun sering di bagi gratis dengan keluarga dekat ,membuat pemiliknya tidak mendapat upah , padahal  bagi gratis itu sangat kurang bagus, karena si penerima itu tidak mau berusaha dan bekerja keras untuk menghidupi keluarganya  tetapi selamanya akan menjadi meminta-minta sama orang yang punya pendapatan bagus.
  11. Pria asli papua takut berjualan di pasar karena menganggap jualan adalah pekerjaan perempuan.
  12. Orang papua telah beranggapan bahwa alam papua ini kaya maka tidak mau memanfaatkan sumber daya alam (SDA) yang ada secara baik dan maksimal , untuk dapat menghasilkan uang artinya di manja oleh alam. Dengan anggapan seperti ini kita berpikir bahwa alam papua yang ada ini tidak akan habis dan akan terus – menerus seperti ini.
  13. Karena adanya pemahaman seperti “tuan di atas tanah sendiri”. yang sangat kontra untuk membangun jiwa wirausaha orang asli papua, maka kalau semua menjadi tuan,  tidak ada yang akan menjadi pelayan (berdagang).

Inilah beberapa kelemahan yang kami rangkum  selama ini  dan kami harap jika ada kekurangan mohon di tambahkan  di kolom komentar di bawah yang sudah di sediakan.

Sumber: http://ift.tt/2wIZf7a