Search This Blog

Showing posts with label September 27. Show all posts
Showing posts with label September 27. Show all posts

Thursday, 27 September 2018

KAP Papua akan gelar pameran sebagai langkah evaluasi

Ketua Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP), Merry Yoweni

Ketua Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP), Merry Yoweni

Jayapura, Jubi – Ketua Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP), Merry Yoweni mengatakan, pihaknya akan menggelar pameran dalam waktu dekat. Lokasi pameran direncanakan di halaman Kantor Gubernur Papua, Jalan Soa Siu, Dok II, Kota Jayapura.

“Itu untuk mengevaluasi tiga tahun dukungan pemerintah provinsi kepada KAPP. Meski dana terbatas, namun dapat menjangkau ribuan orang. Mungkin dari ribuan orang itu ada yang sukses dan mereka ini yang akan dipersiapkan. Kami tunjukkan ke pemprov kalau kami bisa,” kata Merry Yoweni kepada Jubi, Kamis (27/9/2018).

Hanya saja, pihaknya belum dapat memastikan kapan tanggal pelaksanaan pameran. Namun menurut Yoweni, jika tidak akhir Oktober 2018, pameran akan digelar awal November 2018.

“Kami akan rapat lagi untuk menentukan tanggalnya. Kami akan pamerkan apa yang kami hasilkan dari dukungan pemerintah selama ini. Kami sudah dapat gambaran, apa yang akan kami pamerkan,” ujarnya.

Pameran katanya, tidak hanya untuk anggota KAPP, pengusaha asli Papua dari organisasi lain yang ingin ambil bagian diberikan kesempatan memarkan hasil kerjanya selama ini.

Ini sebenarnya dalam rangka dua tahun hari kebangkitan ekonomi orang asli Papua, 7 September 2018. Tapi karena gubernur dilantik, 5 September 2018, kami pikir waktunya sangat mepet jika digelar, 7 September 2018,” ucapnya.

Sementara anggota komisi bidang ekonomi DPR Papua, Mustakim HR mengatakan, kini sudah banyak pengusaha asli Papua sukses dalam dunia usaha.

“Saya sangat yakini orang Papua ini mampu. Hanya butuh waktu dan pembinaan saja. Sudah menuju ke sana,” kata Mustakim.

Meski begitu menurutnya, pengusaha asli Papua juga harus punya kemauan untuk maju. Kalapun pemerintah punya niat baik jika pengusaha asli Papua sendiri tak punya niat, sulit mencapai suskes. (*)

Papua butuh tenaga ahli kelola sumber daya alam

Gubernur Papua, Lukas Enembe - Jubi.Dok

Gubernur Papua, Lukas Enembe – Jubi.Dok

Jayapura, Jubi – Gubernur Papua, Lukas Enembe mengatakan provinsi yang diPapua saat ini membutuhkan tenaga ahli untuk mengembangkan dan memanfaatkan potensi-potensi lokal, seperti Sagu dan Kopi.

“Sagu dan Kopi Papua kualitasnya sangat baik, hanya saja belum dikembangkan dan dikelola secara baik untuk kemudian diekspor keluar, jadi kami butuh pemikir-pemikir yang handal di bidang ini,” kata Enembe kepada wartawan, di Jayapura belum lama ini.

Ia menilai, Sumber Daya Manusia (SDM) Papua belum mampu mengelola potensi yang ada . Oleh karena itu, butuh orang-orang yang memiliki keahlian mengelola sumber daya alam dengan baik.

“Makanya saya terus dorong sektor ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat Papua, sehingga seluruh potensi yang ada ke depan bisa dikelola orang Papua sendiri,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional, Mayjen TNI Doni Monardo mengatakan Kopi Papua asal Tiom, Kabupaten Lanny Jaya menjadi salah satu kopi termahal dengan harga jual Rp5.3 juta per kilo.

Apalagi kata ia, sisa-sisa kopi sepeninggalan Hindia-Belanda di wilayah Pegunungan Tengah Papua masih sangat banyak, sehingga perlu dikelola dan dikembangkan karena kualitas Kopi asal Papua sangat baik.

“Mudah-mudahan dengan adanya kerjasama dengan pemerintah provinsi, kabupaten, kota, kepala suku, Ondoafi dan pihak lainnya di Papua, produksi Indonesia makin banyak karena lahan di Papua memungkinkan untuk dikembangkan,” kata Doni.

Untuk itu, ujar ia, pihaknya akan mengirim tim ke Kabupaten Keerom, Papua untuk melakukan penelitian dan penjajakan, dengan harapan bisa membuka industri perkebunan Kopi.

“Intinya, kami berencana akan membuka industri kopi di Papua dan Papua Barat, karena kualitas Kopi Papua terbaik,” ujarnya. (*)