Search This Blog

Showing posts with label Sagu. Show all posts
Showing posts with label Sagu. Show all posts

Thursday, 27 September 2018

Papua butuh tenaga ahli kelola sumber daya alam

Gubernur Papua, Lukas Enembe - Jubi.Dok

Gubernur Papua, Lukas Enembe – Jubi.Dok

Jayapura, Jubi – Gubernur Papua, Lukas Enembe mengatakan provinsi yang diPapua saat ini membutuhkan tenaga ahli untuk mengembangkan dan memanfaatkan potensi-potensi lokal, seperti Sagu dan Kopi.

“Sagu dan Kopi Papua kualitasnya sangat baik, hanya saja belum dikembangkan dan dikelola secara baik untuk kemudian diekspor keluar, jadi kami butuh pemikir-pemikir yang handal di bidang ini,” kata Enembe kepada wartawan, di Jayapura belum lama ini.

Ia menilai, Sumber Daya Manusia (SDM) Papua belum mampu mengelola potensi yang ada . Oleh karena itu, butuh orang-orang yang memiliki keahlian mengelola sumber daya alam dengan baik.

“Makanya saya terus dorong sektor ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat Papua, sehingga seluruh potensi yang ada ke depan bisa dikelola orang Papua sendiri,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional, Mayjen TNI Doni Monardo mengatakan Kopi Papua asal Tiom, Kabupaten Lanny Jaya menjadi salah satu kopi termahal dengan harga jual Rp5.3 juta per kilo.

Apalagi kata ia, sisa-sisa kopi sepeninggalan Hindia-Belanda di wilayah Pegunungan Tengah Papua masih sangat banyak, sehingga perlu dikelola dan dikembangkan karena kualitas Kopi asal Papua sangat baik.

“Mudah-mudahan dengan adanya kerjasama dengan pemerintah provinsi, kabupaten, kota, kepala suku, Ondoafi dan pihak lainnya di Papua, produksi Indonesia makin banyak karena lahan di Papua memungkinkan untuk dikembangkan,” kata Doni.

Untuk itu, ujar ia, pihaknya akan mengirim tim ke Kabupaten Keerom, Papua untuk melakukan penelitian dan penjajakan, dengan harapan bisa membuka industri perkebunan Kopi.

“Intinya, kami berencana akan membuka industri kopi di Papua dan Papua Barat, karena kualitas Kopi Papua terbaik,” ujarnya. (*)

Saturday, 9 September 2017

Roberth: masyarakat biasakan konsumsi pangan lokal

Seorang pemuda saat membeli pangan lokal (sagu) dari mama yang berjualan di pasar - Dok Jubi

Seorang pemuda saat membeli pangan lokal (sagu) dari mama yang berjualan di pasar – Dok Jubi

Jayapura, Jubi Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Koordinasi Penyuluh Provinsi Papua, Roberth Eddy Purwoko, mengatakan sudah saatnya masyarakat Papua mengonsumsi pangan lokal sebagai kebutuhan sehari-hari.

“Kami akan meningkatkan pengembangan pangan lokal mulai dari skala rumah seperti pemanfaatan pekarangan, dengan tujuan bisa menyediakan pangan secara baik dan berkelanjutan,” kata Roberth, di Jayapura, Jumat (8/9/2017).

Ia tekankan, pihaknya akan terus berupaya menghapus ketergantungan masyarakat atas produksi pangan dari luar Papua.

“Tentu dengan tersedianya pangan lokal akan mengurangi ketergantungan terhadap kebutuhan pangan dari luar. Sebab secara global ada tiga hal yang diperebutkan negara-negara yakni pangan, energi dan air,” ujarnya.

Saat ditanya soal ketersediaan pangan di Papua, Roberth menjelaskan, saat ini masih bergantungan dari luar Papua seperti beras dan bahan pokok lain yang didatangkan dari Pulau Jawa.

“Kami dari dinas akan menyediakan pangan secara lokal seperti beras lokal dan sagu yang telah diolah, sehingga ketergantungan perlahan kami kurangi dan bisa memenuhi kebutuhan pangan sendiri,” ucapnya.

Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua, Elia Loupatty, menilai dengan semakin beragamnya keanekaragaman harus bisa dirasakan sebagai peluang untuk meningkatkan ketersediaan pangan di Papua.

Disamping itu, keanekaragaman pangan juga tidak harus memanfaatkan perkebunan luas, namun hanya dengan memanfaatkan pekarangan rumah, bisa untuk menanam pangan lokal yang menjadi kebutuhan dasar.

“Ini penting bagaimana kita memaksimalkan pekarangan sekaligus meningkatkan pangan lokal, dengan begitu akan menjadi terbiasa,” kata Elia. (*)

The post Roberth: masyarakat biasakan konsumsi pangan lokal appeared first on PAPUA.business.